previous arrow
next arrow
Slider

KPU TRENGGALEK GOES TO SCHOOL DI SMAN 2 KARANGAN

TRENGGALEK, 18/10/2018— Pada hari Kamis, tanggal 18 Oktober 2018, KPU Kabupaten Trenggalek hadir di SMAN 2 Karangan. Kedatangan ini masih berkaitan dengan kegiatan KPU Goes To School yang bertujuan untuk menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran pemilih pemula yang rata-rata adalah kalangan pelajar.

SMAN 2 Karangan terletak di Dukuh Kunden Desa Karangan, dari Perempatan Kecamatan Karangan (selatan  kantor Polsek Karangan) ke arah barat. Melalui kepala, Ibu Endang Pratiwi, sekolah ini menginginkan dikunjungi oleh KPU ketika KPU Kabupaten Trenggalek berkordinasi dengan semua kepala sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten Trenggalek seminggu sebelumnya.

Maka, pada hari yang ditentukan, KPU datang untuk memberikan wawasan pada sekitar 70 siswa pilihan yang sudah disediakan sekolah. Acara berlangsung di Aula sekolah, dimulai sekitar pukul 08.30 hingga pukul 12.00 WIB. Dari KPU Kabupaten Trenggalek, hadir Komisioner yang membidangi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi, Masyarakat, dan Sumberdaya Manusia (Sosdiklih-Parmas SDM), yaitu Nurani. Ia hadir bersama Kasubag Teknis dan Hupmas, Puguh Budi Utomo dan beberapa staf.

Acara dimulai dengan dibuka dengan bacaan “basmallah”. Setelah menyanyikan lagu Indonesia 4 Stansa, Ibu Endang Pratiwi memberikan pidato sambutan mewakili tuan rumah. Dalam sambutanya, ia mengucapkan terimakasih pada KPU Kabupaten Trenggalek karena bersedia menjadikan sekolahnya sebagai tempat kegiatan untuk meningkatkan wawasan siswa tentang demokrasi dan kepemiluan. Ia juga berpesan pada anak-anak, agar mengikuti kegiatan tersebut dengan seksama dan menyerap informasi sebanyak-banyaknya. “Jika nanti ada yang kurang paham, langsung ditanyakan pada Bapak-bapak dari KPU”, tambah bu Endang.

Selanjutnya, memulai acara inti, Nurani dari KPU Kabupaten Trenggalek memberikan paparan tentang demokrasi dan kepemiluan. Ia banyak membahas tentang teknis Pemilu 2019 dan memberikan perspektif tentang partisipasi yang bisa diambil oleh anak-anak muda. Ia juga mengingatkan bahwa  kualitas demokrasi ditentukan oleh pemilih, peserta, dan penyelenggara. “Sekarang, bagaimana pemilih pemula adalah kalangan yang idealis yang bisa memberikan kontribusi bagi kualitas demokrasi kita”, tambahnya. [Meris]