id ID en EN

TRENGGALEK, 07/10/2018— SMAN 1 Dongko dipilih KPU Kabupaten Trenggalek sebagai tempat acara “KPU Goes To School”  pada hari Jumat, 05 Oktober 2018 lalu. Menurut Nurani, Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Trenggalek, sekolah ini dipilih karena beberapa hal. Pertama, karena sekolah ini dikepalai oleh seorang pendidik yang punya komitmen tinggi untuk memajukan murid-muridnya dalam berbagai hal. “Terbukti langsung merespon ketika mengetahui KPU ada program KPU goes to school”, papar Nurani ketika menceritakan kronologis terjadinya acara di SMAN 1 Dongko.

Kedua, sekolah tersebut terletak di wilayah pinggiran yang merupakan daerah pegunungan. Mengawali pemaparan materi dalam acara KPU Goes To School itu, Nurani mengatakan bahwa Dongko daerahnya bergunung-gunung, sehingga amat cocok untuk pendidikan, tenang untuk belajar. “Kenapa daerah gunung bagus untuk berpikir dan belajar, sebab Gunung itu singkatan dari menunggu sambil termenung”, imbuhnya disambut tertawa para peserta acara tersebut.

Kecamatan Dongko memang terbilang daerah yang sepenuhnya di daerah pegunungan. Untuk  menuju sekolah tersebut, rombongan “KPU Goes To Scool” dari Trenggalek harus lewat jalan yang naik turun dan berkelok-kelok, memakan waktu lebih dari satu jam. Bahkan daera sekitar kecamatan yang merupakan jantung dari kecamatan juga memiliki jalan yang naik turun. Termasuk ketika hendak tiba di SMAN 1 Dongko, dari jalan raya harus menaiki jalan yang kalau dari arah kota belok kiri pada jalan tepat sebelum POM Dongko.

Sekolah itu memang tak bisa dibilang besar, dibanding dengan sekolah-sekolah negeri lainnya yang setingkatannya yang ada di daerah kota atau kecamatan datar. Tetapi bangunannya unik karena harus menyesuaikan tanah pegunungan, bertingkat dan berindak. Gedung-gedung kelas terletak di atas halaman dan lapangan upacara. Bagi mereka yang dari kota tentu justru merupakan pemandangan yang indah, karena dari halaman sekolah dan teras ruang kelas justru bisa melihat hamparan ladang dan lembah pegunungan yang berada di kejauhan.

Jumlah muridnya saat ini adalah 412 siswa. Terbilang kecil jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang ada di kota yang bahkan siswanya bisa mencapai seribu lebih. Tetapi mengenai prestasi, SMAN Dongko tidak kalah. Ambil contoh, sekolah yang berdiri sejak bulan Oktober 1999 ini, lulus 100 persen pada tahun ajaran terakhir. Lulusan yang daftar di perguruan tinggi juga terbilang punya daya saing yang kuat. Dari 58 siswa yang daftar di perguruan tinggi negeri (PTN), yang diterima ada 17 siswa atau sekitar 29 persen (hanya di bawah SMAN 1 dan SMAN 2 Trenggalek dari segi presentase).

Sekolah ini juga punya kemauan yang kuat untuk menjadi sekolah yang bisa mengembangkan kreativitas siswa-siswinya. Misal ada kegiatan Kewirausahaan untuk pelajarnya. Kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran ini dilaksanakan secara seris, yaitu melalui serangkaian proses motivasi dan pelatihan. Hingga praktik wirausaha yang diikuti dengan bazar produk siswa tiap setahun sekali di akhir tahun pelajaran. Tak tanggung-tanggung, didatangkan motivator bisnis dan bahkan juga menggandeng dinas Koperindag.

Sekolah ini memang dikepalai oleh seorang yang cukup serius ingin memajukan sekolah. Tak heran ketika ada peluang untuk memajukan siswanya, langsung diambil. Kerjasama dengan pihak lain merupakan salah satu upaya memanfaatkan emua potensi yang bisa membuat sekolah maju. Kerjasama dengan KPU Kabupaten Trenggalek untuk meningkatkan wawasan dan kesadaran  tentang demokrasi dan kepemilian juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan. [Hupmas]