DIAN FITRI SUSETYO, PENYELENGGARA PILKADA 2018 TERMUDA WATULIMO

 

WATULIMO -- Bagi  mereka yang belum mengenalnya, cewek tomboi asal Desa Slawe Watulimo Trenggalek ini terkesan jutek. Namun berada dekat pemilik nama lengkap Dian Fitri Susetyo (22 tahun), waktu dua jam terasa sangat singkat. Apalagi kalau bicara tentang pendidikan,  dunia yang menjadi profesinya, maka dia akan mengajak kita  memasuki pendidikan anak masa kini, tanpa ada kesan dia menyombongkan diri.

Dian Fitri Susetyo (22 tahun) merupakan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) termuda di Kecamatan Watulimo. Fitri adalah sapaan akrab perempuan satu ini, perempuan kelahiran 8 Maret 1995. Baru diwisuda 9 September 2017 dengan jurusan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar atau yang sering disebut dengan PGSD di Universitas Negeri Malang.

Ditemui di sela-sela kesibukannya sebagai Guru Privat di daerahnya (07/01), Fitri mengatakan pada awalnya ia tidak terlalu tertarik untuk menjadi anggota PPS. Dorongan semangat dari keluarganya, membawa ia siap menatap suksesnya penyelenggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 di desa Slawe khususnya.  “Kata bapak, maju tidaknya suatu daerah tergantung dari pemudanya sendiri”, ungkapFitri.

Walaupun tercatat sebagai PPS termuda se Kecamatan Watulimo, tidak menyurutkan semangat Fitri untuk terus mencurahkan ide gagasan dan pengabdiannya dalam menyukseskan Pilkada 2018 ini di desa Slawe.Terjun langsung ke masyarakat dan mendekatkan diri dengan tokoh masyarakat akan terus ia lakukan untuk mensosialisasikan penyelenggaran Pilkada Jawa Timur 2018 ini.

Dengan menjadi penyelenggara pemilu di tingkat desa atau PPS ini, akan dijadikan momentum bagi Fitri untuk mengabdikan diri pada bangsa dan negara. “Saya bertekad untuk totalitas dalam menjalankan amanah menjadi penyelenggara pemilu ini, sesuai mekanisme dan undang-undang yang berlaku dan berharap Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018 dapat berjalan dengan lancer dan masyarakat dapat pro aktif dalam berpartisipasi di dalamnya, serta dapat menjadi pemilih yang cerdas” pungkasnya.

Fitri telah menunjukkan bahwa umur muda bukanlah penghalang untuk mengabdikan diri pada bangsa dan negara, namun semangat membangun dan memajukan bangsa.[Irul]