DIAN FITRI SUSETYO, PENYELENGGARA PILKADA 2018 TERMUDA WATULIMO

PPK PANGGUL LAKUKAN KUNJUNGAN KE PPS: TINGKATKAN KORDINASI DAN PECAHKAN MASALAH YANG DIHADAPI DI LAPAGAN

DURENAN SASAR JAMAAH YASIN UNTUK SOSIALISASI COKLIT

7 SRIKANDI WATULIMO WARNAI PENYELENGGARA PILKADA 2018

KPU TRENGGALEK HADIRI RAKOR PENGAMANAN PILKADA 2018

JADWAL COKLIT MENDEKAT, PPS, PEMDES, DAN TOMAS PAKIS MERAPAT

7 SRIKANDI WATULIMO WARNAI PENYELENGGARA PILKADA 2018

Dalam dunia penyelenggaraan pemilu, siapapun dapat berperan aktif didalamnya. Tidak memandang jenis kelamin, laki-laki atau perempuan. Di Kecamatan Watulimo, dalam penyelenggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018 ini menempatkan 7 srikandi (baca perempuan) sebagai penyelenggara pemilu baik di tingkat Kecamatan (PPK) maupun di tingkat desa (PPS).

Dari 12 Desa se Kecamatan Watulimo terdapat 6 perempuan yang tergabung dalam  Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan 1 perempuan dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Mereka adalah Isti Amangku Tiwi (PPK Watulimo Divisi Hukum), Nita Erlina (Div. Data PPS Karanggandu), Lia Pheni Siwi (Div. Data PPS Prigi), Nuralim (Div. Umum PPS Prigi), Dian Fitri Susetyo (Div. Umum PPS Slawe), Khusnul Imroatus Sholihah (Div. Umum PPS Pakel) serta Nursita Ratih (Div. Data PPS Ngembel).

Berbeda dengan pemilu sebelumnya, partisipasi perempuan dalam penyelenggaraan pemilu di Kecamatan Watulimo mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Di Kecamatan Watulimo dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2013, keterwakilan perempuan sebagai penyelenggara pemilu khususnya di PPK dan PPS tidak ada. Hal serupa juga terjadi dalam Pileg  2014 maupun Pilpres 2014. Baru pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek pada 2015 kemarin muncul partisipasi perempuan sebagai penyelenggara pemilu di Kecamatan Watulimo, walaupun hanya 1 (satu) yaitu PPS Desa Ngembel.

Kenapa partisipasi ini penting?

Dalam perspektif gender yang di usung oleh kalangan feminis terdapat adagium yang  menyatakan bahwa perempuan harus dilibatkan dalam kedudukan yang sejajar dengan laki-laki di seluruh bidang pembangunan termasuk dalam bidang penyelenggaraan pemilu. Dengan dilibatkannya perempuan dalam bidang penyelenggaraan pemilu, maka dalam setiap pengambilan kebijakan senantiasa menghadirkan sensitifitas gender. Sehingga praktek-praktek diskriminasi terhadap perempuan baik yang bersifat struktural maupun kultural dapat ditiadakan.

Adanya keterlibatan perempuan dalam penyelenggaraan pemilu yang nota bene akan mengambil keputusan publik sedikit tidaknya telah berdampak pada kebijakan yang tidak sensitif gender. Perempuan akan lebih bisa pro aktif untuk masuk dan mengajak kaum perempuan untuk pro aktif meningkatkan partisipasi perempuan dalam Pilkada 2018 ini nantinya.

Munculnya perempuan-perempuan muda penyelenggara pemilu di Kecamatan Watulimo ini merupakan angin segar bagi peningkatan partisipasi perempuan dalam pemungutan suara 27 Juni nanti. Mengingat Pilkada 2015, partisipasi perempuan suad berada satu titik di atas laki-laki yaitu 18.742 dari jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya 37.182 pemilih. Atau sekitar 50,4 % dari seluruh pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Baru 69 % pemilih perempuan di Watulimo yang menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada 2015 kemarin.

Dengan adanya perempuan di garda depan penyelenggara pemilu ini diharapkan ada peningkatan partisipasi pemilih khususnya dari pemilih perempuan, kedekatan komunitas akan menjadi daya tarik tersendiri tentunya. Lia, misalnya, salah satu perempuan dari PPS Prigi. Ia mengatakan bahwa ia akan selalu mensosialisasikan kepeda pemilih perempuan khususnya dalam forum yasinan, arisan atau ketika ngumpul-ngumpul bareng. “Jargon 5 detik untuk masa depan jawa timur 5 tahun kedepan akan selalu saya kedepankan untuk penyadaran masyarakat akan pentingnya memilih”, ungkap lia sambil tersenyum. [Irul]

 

Statistik

 

Alamat

KPU KAB TRENGGALEK

Jln. Raya Trenggalek - Ponorogo Km. 03

Telp/Fax : (0355) 796304–796310

Email : mediacenter@kpu-trenggalekkab.go.id