KESEKIAN KALINYA, KPU TRENGGALEK MENGGELAR DISKUSI PUBLIK PEMETAAN DAPIL DAN ALOKASI KURSI DPRD DALAM PEMILU 2019

 

[KPU-TRENGGALEKKAB.GO.ID] Hari ini (Kamis, 21/14/2017), KPU Kabupaten Trenggalek kembali menggelar diskusi publik pemetaan dapil dan alokasi kursi DPRD Trenggalek dalam pemilihan umum tahun 2019. Kali ini yang diundang adalah dari kalangan lembaga pemberdayaan masyarakat dan pendidikan seperti Yayasan Hidayatullah, SLB Kemala Bayangkari, Yayasan Penyandang Disabilitas “Naeema”, dari asosiasi pengusaha, para wartawa (jurnalis), organisasi perempuan PKK dan GOW, perwakilan pekerja seni, perwakilan Asosiasi Kepala Desa (AKD), dan lain-lain.

Acara yang berlangsung di Hotel Jaaz Permai Trenggalek ini dimulai pukul 08.00 hingga sore hari. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sambutan Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, dan Doa, pemateri dari KPU Kabupaten Trenggalek memaparkan materi tentang pemetaan Daerah Pemilihan (Dapil) dalam pemilihan anggota DPRD Trenggalek pada pemilu 2019 nanti. Dilanjut dengan diskusi dan masukan pendapat dari audiens, lalu ditanggapi oleh pemateri.

Setelah istirahat, sekitar pukul 13.00 acara dilanjutkan dengan materi kedua yang memaparkan tentang teknis dan simulasi konversi perolehan suara menjadi kursi. Jika materi pertama sebelum Ishoma disampaikan oleh Divisi Teknis yang sekaligus Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Suripto, materi kedua dihantarkan oleh Nurani (Divisi Partisipasi dan Sumber Daya Manusia).

Dalam pemaparannya, Suripto mengatakan bahwa pemetaan Dapil didasarkan pada prinsip yang diatur oleh undang-undang yang ditegaskan dalam peraturan KPU RI. Ia menjelaskan bagaimana hasil diskusi sebelumnya, termasuk dengan kalangan partai politik, bahwa ada kecenderungan bahwa yang mendekati ideal adalah empat Dapil seperti pemilu legeslatif 2014. “Ini hasil diskusi dengan parpol dan para stakeholder sebelumnya, silahkan hari ini kita perjelas bersama-sama”, kata Suripto. [Meris]