id ID en EN

KPU-TRENGGALEKKAB.GO.ID.  Inisiatif Puguh Budi Utomo Kasubbag  Teknis dan Hupmas ini tergolong kreatif. Tiba-tiba ia teringat bahwa dulu  para komisioner dan beberapa pejabat sekretariat KPU Kabupaten Trenggalek pernah mengoleksi buku-buku  bersama yang dibeli dari dana pribadi sesuai kemampuan masing-masing.

Ternyata setelah dilacak,  puluhan buku-buku itu berada di dalam sebuah lemari. Karena lemari kayu, maka buku-buku itu tidak kelihatan sebelum dikeluarkan. Puguh segera meminta bantuan beberapa staf untuk mengeluarkannya dan kemudian melakukan pendataan kembali judul-judul buku tersebut.

“Mulai sekarang kita akan memiliki perpustakaan, untuk mendukung rumah pintar. Tolong buku-buku lain, terutama modul pendidikan pemilih dan pengenalan pemilu yang tersebar di berbagai meja tolong kumpulkan kesini”, ia menyuruh seorang staf. Ternyata jumlah buku yang terkumpul tak bisa dibilang sedikit.

Judul-judul buku itu hampir semuanya tentang politik dan pemilu. Beberapa ada yang tentang teknik pengarsipan dan administrasi. Ada pula buku tentang undang-undang. Jumlahnya ada puluhan.

Gayungpun bersambut. Maka muncul inisiatif untuk menaruh buku-buku dan rak di sebuah ruang yang dalam rapat sebelumnya akan didesain menjadi rumah  pintar pemilu. “Prinsip rumah pintar pemilu itu intinya ada ruang dan ada bahan pembelajaran, bacaan semacam ini justru sangat penting”, kata Nurani Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan Informasi KPU kabupaten Trenggalek.

Nurani mengatakan, buku-buku itu menjadi bahan tambahan sumber informasi untuk menuju pusat penambahan wawasan sebagai salah satu bagian dari kegiatan rumah pintar. Instruksi untuk membangun rumah pintar di seluruh KPU Kabupaten/Kota memang telah diberikan sejak awal tahun ini. Tapi sayangnya tidak didukung anggaran dari DIPA 2016. Sehingga, menurut Nurani, pihak KPU bisa melakukannya dengan memanfaatkan apa yang ada. “Ruangan sudah ada, tempat diskusi ada, bahan-bahan visual dan audio sudah ada meskipun sangat sederhana. Yang belum ada ruang untuk simulasi. Ini bisa sambil jalan”, kata Nurani. [HUPMAS]