BUKU “IKHTIAR DEMOKRASI LOKAL” KPU TRENGGALEK DIAPRESIASI BUPATI

  • Kategori: Headline
  • Dilihat: 746
Ratings
(0)

KPU-TRENGGALEKKAB.GO.ID  Buku yang berisi narasi dan dokumentasi tentang proses pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2015  sudah diterbitkan beberapa bulan lalu. Tapi baru kali ini KPU Kabupaten Trenggalek berkesempatan untuk memberikan buku tersebut pada Bupati terpilih hasil pemilihan tersebut.

Karena memang baru kemarin, Selasa 26 Juli 2016, secara resmi Komisioner dan Sekretaris KPU Kabupaten Trenggalek melakukan kunjungan dan kordinasi. Maka dalam kesempatan inilah buku yang diberi judul “Ikhtiar Demokrasi Lokal” itu diberikan. Pemberian dilakukan oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Suripto.

Sambil menyerahkan buku tersebut, Suripto memberikan keterangan pada Bupati Emil Elestianto Dardak bahwa buku tersebut adalah dokumentasi penting karena merupakan  catatan dan laporan bersejarah tentang demokrasi lokal di Trenggalek. Ditambahkan oleh Suripto bahwa buku tersebut juga memuat kilas balik perjalanan demokrasi politik di Trenggalek.

Secara khusus, Suripto juga mengatakan pada Bupati bahwa dalam buku tersebut ternyata menguak kisah bahwa sosok Muhammad Dardak yang merupakan eyang Emil, yang merupakan politisi yang menjadi anggota DPRD Trenggalek pada masanya. Suripto menunjukkan pada halaman 18 di mana nama Muhammad Dardak dari Partai Masyumi yang merupakan eyang Emil adalah sosok DPRD yang merupakan hasil Pemilu DPRD Swatantra II (Kabupaten/Kotamadya).

“Berarti dalam diri Mas Emil memang memang mengalir darah pilitisi yang diwariskan dari gen sang kakek, berarti gak salah kalau akhirnya  terjun dalam pemilihan kepala daerah”, kata Suripto pada Emil Bupati Trenggalek yang belum menjabat 1 tahun ini. Mendengar hal itu, Emil hanya tersenyum dan kemudian mengucapkan terimakasih. “Buku yang  luar biasa”, kata bupati muda itu.

Buku “Ikhtiar Demokrasi Lokal” ini memang direncanakan dibagi-bagikan pada instansi pemerintahan yang berkaitan dengan isu politik dan ormas, sekolah, kampus, dan  komunitas yang pada 2015  lalu menjadi mitra KPU Kabupaten Trenggalek dalam melakukan proses kegiatan pemilihan. [HUPMAS]

Artikel Terkait