ALISKA DAN SUKA DUKA MENJADI PETUGAS COKLIT PEMILIHAN DI TRENGGALEK

  • Kategori: Headline
  • Dilihat: 533
Ratings
(0)

KPU-TRENGGALEKKAB.GO.ID — Bagi Aliska Nurfajar Anggraini, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di Desa Ngrayung ini, menjadi petugas pencocokan dan penelitian merupakan kegiatan yang menyenangan sekaligus penuh tantangan. Pernah menjadi PPDP dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018 lalu, kini iapun kembali menjadi PPDP di desanya.

“Banyak senengnya soalnya memang aku suka dan tanpa tekanan”, jelasnya ketika diwancarai tim Hupmas Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Trenggalek setelah melakukan Gerakan Coklit Serentak (GCS) pada tanggal 18 Juli 2020 lalu. Dalam Pemilihan Bupati dan Wakiul Bupati Trenggalek kali ini, Aliska menjadi PPDP di TPS 009 Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari.

Dalam waktu tiga hari sejak coklit dimulai tanggal 15 Juli 2020 lalu, perempuan muda kelahiran 19 Oktober 1992 sudah mulai mendatangi belasan keluarga. Anak nomor dua dari dua bersaudara ini menganggap bahwa melakukan coklit merupakan hal yang menyenangkan dan bermanfaat. Dengan menjadi petugas coklit, ia bisa keliling-keliling dari satu keluarga ke keluarga lainnya. “Dari coklit aku menjadi tau rumah-rumah tetangga yang sebelumnya belum pernah aku tahu dan belum aku kunjungi”, imbuh perempuan lulusan SMKN 1 Pogalan tahun 2010 ini.

Di kampungnya, Aliska adalah seorang ibu rumah tangga yang juga menjadiu kader Posyandu. Beberapa bulan lalu ia juga terpilih sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mewakili perempuan. Ia mengakui bahwa menjadi petugas coklit saat ini harus menghadapi situasi yang lebih berat karena harus memakai alat pelindung diri (APD). “Pakek APD gerah panas dan ndak nyaman tapi ya dinikmati saja”, ungkapnya. [HUPMAS]

Artikel Terkait