previous arrow
next arrow
Slider

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SOSIALISASI PEMILU 2019 PADA TOKOH-TOKOH AGAMA KARANGAN

 

 

KPU-TRENGGALEKKAB.GO.ID — Sabtu, 09 Maret 2019. Kembali,  Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) mengadakan acara sosialisasi dan pendidikan pemilih dalam Pemilihan Umum Serentak tahun 2019. Kali ini ditempatkan di Kecamatan Karangan, tempat acara di Aula KUD Desa Kedungsigit.

Acara ini mengundang para warga yang dianggap sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Karangan. Mereka terdiri dari kepala desa,ulama dan kiai, pimpinan surau, tokoh ormas keagamaan baik laki-laki maupun perempuan.

Sedangkan sebagai narasumber dihadirkan langsung komisioner KPU Kabupaten Trenggalek Nurani selaku divisi Sosialisasi-Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM. Juga ada tamu istimewa dari penceramah muda dari Kecamatan Tugu, yaitu Ustadz Anang Wahid, LC lulusan Universitas Al Azhar Mesir. Para narasumber juga didampingi oleh  para perwakilan forum pimpinan Kecamatan Karangan.

Dari KPU Kabupaten Trenggalek, Nurani memamaparkan secara lengkap proses, sistem, dan teknis Pemilu 2019. Lebih dalam ia mengajak para hadirin agar menggunakan haknya untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat sesuai hati nurani. Teknisnya, mengenali calon dengan baik serta memilih dengan benar. Cara memilih yang secara teknis benar ditunjukkan dengan wujud lima surat suara yang harus dikenali ciri-cirinya dan cara menyoblos dengan benar. Dengan membawa lima jenis surat suara (spesimen), Nurani mensimulasikan bagaimana cara menyoblos yang benar. “Monggo dihafal, karena kalau cara nyoblos kita salah suara kita tak ada gunanya”, tegasnya.

Sedangkan Ustadz Anang Wahid banyak mendalamkan landasan agama kenapa umat harus mengikuti Pemilu dan memilih pemimpin yang baik. Ia mengemukakan bahwa memilih adalah wajib. Sebab dalam hukum Islam memilih itu tidak bisa diwakilkan, seperti Sholat yang merupakan ibadah wajib karena tak bisa diwakilkan oleh orang lain jika tidak melakukannya.

Acara yang dimulai pukul 13.30 itu berlangsung hingga selesai pukul 16.00 WIB. Setelah ditutup dengan doa bersama, pembawa acara membubarkan kegiatan pada sore hari yang dihadiri hampir seratus tokoh di Kecamatan Karangan. [RDT]