previous arrow
next arrow
Slider

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK MASUK KE GEREJA SOSIALISASIKAN PEMILU 2019

 

 

KPU-TRENGGALEKKAB.GO.ID—  Pada Minggu, 24 Maret 2019, telah dilakukan sosialisasi Pemilu 2019 di Gereja Baptis Indonesia, Desa Karanganyar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek dengan pemangku jemaat adalah Pendeta Yoyon asal dari Blitar.

Sosialisasi diikuti sekitar 20 orang yang rata-rata  semua umuran rata-rata manula. Sosialisasi ini secara suka rela dilakukan secara bersama oleh Ardian (Tiwool) dan Aziz dari basis keluarga, Zamzuri dari basis warganet, Ika dari basis keagamaan, dan Saliman dari basis disabilitas.

Ada juga  simpatisan Relawan Demokrasi Trenggalek yang baru saja terpilih sebagai Kepala Desa Jajar, seorang pemuda tampan bernama Imam Mukaryanto Edi (IME), yang secara sukarela mau mengawal dan mendampingi kegiatan dalam melakukan sosialisasi tentang pentingnya aktif berperan dalam Pemilu 17 April 2019.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, ada yang sedikit unik dan menegangkan, yaitu salah satu relawan demokrasi (Relasi), Ika,  terjadi kecelakaan sekitar pukul 15.30 ketika mau berangkat. Sedangkan  sosialisasi di Gereja di Karang Anyar sudah disepakati jam 16.00 WIB. Meski Ika tak bisa memilih pulang karena lukaya harus disembuhkan, ia tetap menyemangati teman-temannya agar acara sosialisasi tetap dilanjutkan.

Meskipun acara dimulai agak molor, pihak gereja tampaknya sangat antusias dan ingin benar-benar tahu dan paham tentang tata cara dan pedoman dalam pencoblosan yang akan dilakukan pada tanggal 17 April 2019 itu seperti apa. Sedangkan salah satu pendeta yang ada di gereja tersebut bernama Pdt. Yoyon sangat berterima kasih dalam penyampaian dan sharing dari Relawan Demokrasi yang telah  mensosialisasikan yang  dilakukan di depan Jamaat pada sore tersebut.

Adapun sosialisasi yang di informasikan antara lain berupa pentingnya mencoblos, hari kegiatan Pemilu 17 April 2019, menjelaskan ada 5 surat suara, tata cara dan apa saja yang akan dilakukan ketika di TPS, tentang persyaratan pindah pilih. Juga disampaikan bahaya Politik Uang. [RDT]