previous arrow
next arrow
Slider

MILITANSI TARYANINGSIH, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK BASIS DISABILITAS: NAIK KE PELAMINAN NGAJARI CARA NYOBLOS

 

KPU-TRENGGALEKKAB.GO.ID— Hari itu, Jum'at 01 Maret 2019, pukul 18.24 WIB. Hujan turun begitu deras, mengguyur Kota Trenggalek. Sambil menunggu hujan reda, Taryaningsih, salah satu Relawan Demokrasi Trenggalek Basis Disabilitas yang  menghadiri pernikahan Muryati & Suharni (tunarungu wicara) di Daerah Tanjung, RT 02 RW 01 Desa  Ngadimulyo kec.Kampak, mempunyai ide cemerlang.

Ia mengeluarkan Baju kebesaran RDT dan specimen surat suara yg selalu siap dalam tas, tak lama kemudian ia naik ke pelaminan. Bukannya memberi ucapan kepada kedua mempelai dan turun, akan tetapi Tarya malah meminta kedua pasangan tunarungu wicara ini duduk.

Taryapun memulai aksinya, dengan menggunakan bahasa isyarat, Ia menjelaskan tentang pemilu 2019, kapan pelaksanaannya dan di mana tempat mencoblos nantinya. Tarya menjelaskan kepada kedua mempelai bahwa meskipun mereka sudah menikah TPS mereka masih terpisah, Suharni tetap di TPS Gandusari, Muryati di TPS Kampak, dan mengingatkan Suharni untuk mengantarkan istrinya ke TPS 17 April nanti.

Tanpa disadari, ternyata seluruh tamu yang hadir pada acara pernikahan tersebut ikut menyaksikan sosialisasi, sekitar 16 orang melihat aksi nekat ini. Tarya pun langsung berdiri dan memperkenalkan diri bahwa dia dari Relawan Demokrasi Trenggalek yang bertugas mengajak teman-teman disabilitas untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2019 ini.

Dia memperlihatkan specimen surat suara dan menjelaskan satu persatu dari lima 5 warna surat suara. Tarya menjelaskan bahwa pada surat suara Warna Hijau dan Biru (untuk memilih DPRD tingkat kabupaten dan provinsi) hanya tercantum nama, tidak terdapat foto calon kandidat. Tanpa disangka hal tersebut mendapatkan respon dari tamu undangan, beliau mengatakan, "Lha lek wis tuwek kyok aku, raiso moco lak bingung mbak, gek lek sampek salah nglempit pie?" (“Kalau yang tua seperti saya, tak bisa membaca, bagaimana kalau sampai salah melipat?”).

Tarya kemudian menjelaskan, bahwa mereka bisa di dampingi keluarga atau orang yang dapat  dipercaya saat mencoblos, atau bisa juga meminta bantuan petugas, yang penting ingat nama & partai wakil rakyat pilihan mereka.

Tak hanya itu, Tarya juga menjelaskan cara mencoblos surat suara, agar nantinya surat suara SAH, sehingga suara dari mereka dapat terhitung. Ia menghimbau agar masyarakat tidak golput pada saat pemilu mendatang, karena satu suara sangat berharga untuk menentukan masa depan Bangsa.

Sebelum mengakhiri sosialisasi, Tarya berpesan agar semua menjadi pemilih yang cerdas dan  menolak politik uang. [RDT]