previous arrow
next arrow
Slider

AMRUL, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK, KEMBALI SOSIALISASI PEMILU 2019

TRENGGALEK, 06/02/2019— Pada  Rabu tanggal 06 Februari 2019  telah dilaksanakan agenda sosialisasi pemilu serentak 2019 di Desa Prambon oleh Amrullah, salah seorang Relawan Demokrasi. Kegiatan ini menyasar Jama'ah Yasinan Dusun Ngepoh Tengah dan Lor, RT 28 RW 05. Ada  sebanyak 80 peserta dalam forum ini.

Amrul memberikan informasi terkait partisipasi Pemilu, politik uang, tata cara mencoblos, dan teknis pemilu. Kepada jamah, dia menjelaskan bahwa masyarakat yang sudah mempunyai hak pilih (minimal sudah 17 tahun) sudah mempunyai hak untuk memilih. Pemilih akan memilih dengan cara mencoblos sebanyak lima (5) surat suara dan harus dimasukkan kedalam lima (5) kotak suara. Lanjut amrul, jenis surat suara ada lima (5) warna yaitu warna hijau untuk DPRD, warna biru untuk DPR PROVINSI, warna kuning untuk DPRRI, warna merah untuk DPD dan warna abu-abu untuk Capres Cawapres.

Amrul menjelaskan, pecoblosan untuk calon DPR, ada ketentuannya. Yaitu pertama, jika dicoblos partainya, maka suara akan masuk ke Partai. Kedua, jika dicoblos nama calonnya, maka suara akan masuk ke calon legislatif. Ketiga bila dicoblos partai dan nama calon, maka suara akan masuk ke partai dan nama calon.

Diduga akan ada politik uang dalam setiap pemilihan, dia memberikan gambaran bahwa sebenarnya masyarakat akan dirugikan. Semakin besar memberikan uang kepada masyarakat, maka ongkos pilitik untuk menjadi caleg/capres juga akan besar, hasilnya kedepan mereka jadi wakil rakyat, dimungkinkan akan banyak korupsi. “Seperti halnya DPRD di Malang, sebanyak 43 anggota DPRD terlibat korupsi”, ungkap Amrul.

Selanjutnya Amrul memberikan pengarahan tentang pentingnya tidak golput. Golput bukanlah suatu solusi, sebab setiap warga yang sudah 17 tahun mempunyai hak untuk memilih calon pemimpin. Bilamana hak itu tidak digunakan, maka akan rugi sebab tidak mampu memilih pemimpinnya. [Relasi]